Pengertian Waralaba Usaha Berserta Jenis-jenis dan Keuntungannya

Diposting pada
pengertian waralaba usaha

Blog Ilmu Pendidikan – Membangun usaha sendiri memang tidak mudah, apalagi untuk bisnis makanan. Diperlukan banyak upaya agar masyarakat bisa mengenal dan bersedia mencoba produk yang dihasilkan. Selain itu, juga diperlukan adanya trial and error perihal resep atau cita rasa makanan yang disajikan sehingga bisa benar-benar pas diterima dan digemari.

Perlu diketahui, nama dan lokasi rumah makan yang belum familiar di masyarakat membuat mereka takut untuk mencoba. Para pemiliki bisnis pemula terlebih di bidang makanan sebagian besar takut karena makanan tidak cocok dilidah atau digemari masyarakat.

Tak hanya takut soal rasa juga, akan tetapi pemilik bisnis makanan biasanya takut mengalami kerugian akibat modal yang telah dikeluarkan untuk membangun bisnis tidak menghasilkan keuntungan, akan tetapi menghasilkan kerugian yang cukup besar.

Dengan adanya hal tersebut, kenapa tidak melakukan kerja sama saja dengan mereka yang sudah terbukti bahwa produknya bisa diterima dan digemari masyarakat? Kerja sama bisnis atau usaha ini membuat usaha yang belum memiliki pengalaman bisa mendapat izin dari pemilik merek, produk, maupun sistem operasional untuk menggunakan, produk, dan sistem operasional untuk menggunakan merek, produk, dan sistem operasional yang memiliki dalam jangka waktu yang ditentukan. Inilah yang dinamakan waralaba.

Waralaba adalah cara dalam memperluas jaringan bisnis dan pendistriibusian barang dan jasa melalui sistem lisensi. Dalam bisnis waralaba, franchisor (pemilik bisnis atau pemberi lisensi merek) tidak hanya menentukan produk akan tetapi harga, sistem, dan dukungan juga. Untuk pemegang waralaba (orang yang membeli lisensi) akan diberikan merek, produk, dan sebuah sistem dengan syarat membayar ketentuan sesuai jangka waktu kontrak dalam persetujuan. Itu merupakan arti waralaba.

Di Indonesia sendiri waralaba makanan yang sangat terkenal dan mudah untuk ditemukan di tempat-tempat strategis pusat kota dengan waralaba yang bergerak di bidang waralaba makanan mulai dari waralaba A&W, waralaba KFC, waralaba Roti O, waralaba frozem food Japfa, waralaba Almafart, waralaba Indomaret. Dalam bidang waralaba minuman mulai dari waralaba Chatime, waralaba Kopi Janji Jiwa, waralaba Starbuck, waralaba Boba. Dalam bidang jasa mulai dari waralaba Si Cepat, waralaba JNE, waralaba ID Express, waralaba J&T.

5 Tipe Warabala

Ada banyak jenis waralaba yang tersedia. Dengan adanya jenis-jenis waralaba itu maka jika ingin membangun sebuah bisnis waralaba harus memperhatikan model bisnis yang dipilih sesuai tingkat finansial dan sektor industrinya.

1. Waralaba bisnis ke bisnis

Waralaba jenis ini akan melakukan negosiasi dari penyedia layanan terhadap bisnis dan tidak langsung berhubungan dengan konsumen. Karena waralaba ini sering dibutuhkan dalam jenis tempat untuk sisi produksi, bisnis, percetakan atau perancangan.

2. Waralaba manajemen

Waralaba jenis ini hanya bergerak dalam bidang pengembangan, pengelolaan, dan koordinasi suatu organisasi bisnis. Warabala manajemen tidak berhubungan dengan konsumen secara langsung, akan tetapi sebagai penyedia jasa terhadap organisasi yang menggunakan jasa dari waralaba ini sebagai contoh pemasaran dan iklan.

3. Waralaba ritel

Waralaba jenis ini biasanya bergerak dibidang usaha fashion, IT, makanan, pendidikan, tempat hiburan. Waralaba ritel dapat ditemui dengan mudah karena tempatnya yang ada di tempat-tempat yang strategis. Misalnya waralaba makanan dengan merek KFC, akan mudah ditemukan karena biasanya tempatnya di pinggir jalan dan mudah diketahui serta akses yang mudah.

4. Waralaba investasi

Waralaba jenis ini mengelola tim secara besar dalam lingkup karyawan, hotel, restoran, dan toko serba guna. Penerima waralaba, investasi biasanya sebagai delegasi jalannya bisnis kepada tim eksekutif bisnis.

5. Waralaba produk

Waralaba jenis ini pemilik produk mempunyai kendali penuh terhadap produk yang dilisensikan terhadap pemegang waralaba. Dalam waralaba produk pemilik lisensi mengizinkan pemegang waralaba untuk menggunakan nama produk dan produk jadi dari pemilik lisensi. Karena pemegang waralaba mempunyai hak istimewa saat sudah membayar biaya untuk membeli lisensi dari pemilik bisnis utama atau pemilik lisensi.

Keuntungan dan Kerugian Bisnis Waralaba

Apa saja keuntungan yang akan didapatkan oleh pemegang lisensi atau pemegang bisnis waralaba? Tentunya banyak manfaat yang akan didapat. Akan tetapi jika ada keuntungan pasti ada kerugian, maka dari itu dibawah ini akan dijelaskan keuntungan dan kerugian waralaba usaha.

Keuntungan membeli waralaba

-Dengan membeli bisnis waralaba, usaha yang dibangun sudah mempunyai brand image, pangsa pasar, dan sistem yang lebih terstruktur juga lebih dikenal oleh masyarakat, serta adanya dukungan penuh dari pemilik usaha yang utama atau pemberi lisensi. -Waralaba tidak membutuhkan proses yang berbelit-belit dalam membangun usaha. Cukup mempunyai modal dan tempat, maka waralaba sudah dapat dijalankan karena sudah membeli hak lisensi diawal. -Sistem bisnis yang ada terbukti sudah berhasil, maka dari itu dengan adanya dukungan otomatis keuntungan yang didapat dengan adanya support system akan memaksimalkan potensi serta memaksimalkan keuntungan yang akan didapat.

Kerugian membeli waralaba

-Tidak dapat berinovasi karena produk sudah ditentukan dari lisensi
– Mempunyai sistem yang kaku dan tidak fleksibel
-Pemegang lisensi tidak bisa bekreasi dalam mengubah menu produk, jadi produk yang dikeluarkan semuanya harus sesuai dari pemilik lisensi

Demikian penjelasan mengenai pengertian, jenis, keuntungan dan kerugian dalam sistem waralaba usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 5 =